Ditulis pada tanggal 21 March 2014, oleh admin, pada kategori Berita, Kegiatan

kultam 1Kamis (20/3),  Teknik Kimia Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu dengan tema material energitika. Tema ini diusung untuk memberikan tambahan wawasan bagi mahasiswa yang telah dan belum mengambil mata kuliah pilihan material energitika. Peserta dari kuliah tamu ini berasal dari 3 angkatan teknik kimia universitas brawijaya, yaitu angkatan 2011, 2012, dan 2013. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS. Pak Bisri, panggilan mahasiswa kepada beliau, membuka acara ini dengan hikmat dan berharap agar acara ini dapat berjalan dengan lancar. Berikutnya, acara sambutan dari ketua teknik kimia, Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani, MS. 

Beliau menyampaikan asal usul dari pemateri utama dalam kuliah tamu ini, yaitu Dr.Ir.Waspada Kurniadi, MSc. Pria kelahiran Tulungagung ini merupakan mantan murid dari  Prof.Dr.Ir.Chandrawati Cahyani, MS., saat menjalani kuliah S3-nya di Universitas Brawijaya. Pak Waspada sekarang menjabat sebagai CEO PT. Kimia Tambang Bersama. Sebelum menjabat sebagai CEO PT. Kimia Tambang Bersama, beliau pernah bekerja di PT. Dahana yang merupakan perusahaan dalam bidang industri bahan peledak hingga pensiun.

Dr.Ir.Waspada Kurniadi, MSc., membuka kuliah tamu ini dengan mengajak seluruh peserta aktif dalam kuliah tamu ini sehingga acara ini dilaksanakan seperti acara diskusi. Pak Waspada menjelaskan bahwa material energitika mencakup 4 aspek, yaitu Explosives (Bahan Peledak), Pyrotechnics (Piroteknik), Propellant  (Bahan Pendorong), dan Fuels (Bahan Bakar). Namun, fokus materi yang disampaikan oleh beliau adalah mengenai bahan peledak atau biasa disebut handak. Beliau menjelaskan bahwa ada 4 mekanisme dalam peledakan, yaitu proses fisik, proses kimia pembakaran, proses detonasi, dan proses deflagrasi. Proses fisik merupakan proses ledakan tanpa reaksi kimia, seperti balon meledak. Proses kimia pembakaran merupakan proses ledakan yang melibatkan reaksi kimia pembakaran. Sedangkan proses detonasi merupakan proses ledakan yang diawali dengan panas disertai oleh shock compression, dan menghasilkan shock wave. Berlawanan dengan proses detonasi, proses deflagrasi merupakan proses detonasi namun kecepatan reaksinya dibawah kecepatan suara dan menghasilkan arah ledakan yang berbeda dibandingkan detonasi. Selanjutnya beliau juga menjelaskan berbagai hal lebih spesifik mengenai bahan peledak dan fungsinya, serta pengalaman beliau selama bekerja dengan bahan peledak.

“Bahan peledak tidak hanya digunakan untuk kejahatan, namun juga dapat bermanfaat dalam kehidupan, seperti tambang, konstruksi, militer dan sebagainya”, ujar Pak Waspodo panggilan Prof. Chandra untuk beliau. Di akhir acara kuliah tamu ini, banyak sekali pertanyaan yang dikemukakan oleh seluruh elemen yang terlibat sehingga acara ini menjadi sangat bermanfaat bagi peserta yang mengikutinya. Selain mendapat ilmu yang bermanfaat, peserta juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari pemateri, yaitu Dr.Ir.Waspada Kurniadi, MSc. [Kevin]

kultam 2